Mengenal Eksistensi Butter Dalam Perkembangannya

Butter 101: Nutrition Facts and Health Benefits

Salah satu produk olahan susu yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari adalah mentega. Produk ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari terutama dalam dunia baking. Sebab, mentaga dapat digunakan sebagai salah satu produk yang digunakan dalam membuat berbagai olahan makanan. Butter terbuat dari krim susu. Sehingga produk ini memiliki kandungan lemak. Produk ini akan meleleh ketika berada pada suhu ruang dan merupakan produk yang menganduk lemak hewani. Proses pembuatan butter dimulai dengan didapatkannya bagian krim susu dari susu. Krim susu didapatkan dengan cara pendinginan. Selanjutnya dilakukan proses pengadukan krim susu hingga terbentuk sebuah padatan. Dimana padatan yang terbentuk tersebut kemudian diambil hingga menyisakan bagian cairan yang sering kita sebut dengan buttermilk. Sehingga produk buttermilk merupakan cairan hasil pengadukan krim susu yang berbentuk cair. Bagian padatan hasil pengadukan tersebut yang kita sebut mentega. Selanjutnya, padatan tersebut akan mengalami proses pncetakan untuk mendapatkan bentuk butter yang dikehendaki. Apabila padatan butter mengalami pemanasan berkelanjutan hingga berwana kuning emas, maka butter akan berubah bentuk menjadi minyak samin. Jenis minyak ini banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan India.

Butter sendiri sering disebut butter yang berasal dari bahasa Latin yakni butyrum yang mengandung arti produk olahan dari sapi. Pada awal ditemukannya, butter merupakan olahan dari susu domba atau kambing. Sebab kambing dan domba merupakan komoditas pertenakan yang ada pada masanya. Metode pembuatan butter dahulu meyertakan kulit domba atau kambing dalam pembuatannya dimana metode ini masih dianut oleh beberapa orang didaerah Afrika. Butter menjadi salah satu produk yang di industrilisasi pada daerah Prancis yakni Normandy dan Brittany. Dahulunya margarin yang diperdagangkan merupakan hasil dari lemak sapi atau Beef Tallow yang diberikan rasa susu dan dapat digunakan layaknya butter yakni diaplikasikan pada produk bakery sebagai konsumsi. Selanjutnya, butter mengalami perkembangan mengikuti perkembangan industrial keju. Perkembangan butter dimulai setelah ditemukannya mesin pemisah untuk krim pada industry. Namun, pada perkembangannya pemisahan krim dapat dilakukan di peternakan. Sebab, alat pemisahan krim dengan susu telah dikenalkan di peternakan dan memiliki ukuran yang semakin kecil serta harganya tidak mahal. Sehingga petani bisa melakukan pemisahan dalam peternakan yang kemudian krim dikirimkan kepada industry untuk diolah lebih lanjut. Sehingga hal tersebut dapat memaksimalkan efisiensi kerja pada industry. Perkembangan teknlogi yang digunakan pada saat itu, menyebabkan butter menjadi salah satu produk yang banyak dikonsumsi dan diperdagangkan. Sebagian besar butter yang dikonsumsi oleh masyarakat saat itu merupakan butter hasil olahan industry. Selanjutnya butter mengalami perubahan pengemasan dimana akhirnya petani menggunakan cetakan kayu yang dapat ditekan untuk membentuk bentuk butter menjadi balokan. Hingga saat itu, butter dikenal dengan bentuk sebagai tersebut. Butter kemudian mengalami kemunduran pada abad 20 sebab pada saat itu mulai dikenalkannya produk margarin. Sehingga butter memiliki saingan dalam indutri perdagangannya. Kedatangan margarin dalam dunia perdagangan sempat memukul eksistensi mentega. Sehingga orang – orang banyak yang beralih menggunakan margarin dibandingkan mentega. Diaman dalam pembuatannya butter dan margarin berbeda. Margarin terbuat dari minyak tumbuh – tumbuhan sedangkan butter terbuat dari susu sapi. Minyak tumbuh – tumbuhan yang biasa digunakan dalam membentuk margarin adalah dari kanola, kedelai atau minyak dari tumbuhan lain. Sehingga tekstur mapun nutrisi yang dikandung margarin berbeda dengan mentega.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *